Sultan Muhammad Al Fatih adalah anak dari Sultan Murad II. Beliau betul-betul mendidik anaknya agar menjadi seorang pemimpin kuat lagi saleh. Sultan Murad II melatih dan mendidik anaknya itu dari segala segi. Dalam bidang kesatriaan, beliau dilatih seni berpedang, memanah, dan keterampilan mengendarai kuda. Tidak hanya itu, bidang keagamaan-pun juga terus diajarkan kepada anaknya tersebut. Bahkan beliau sampai mendatangkan ulama-ulama terbaik saat itu untuk mendidik Al Fatih muda, di antaranya adalah Syekh Ahmad bin Ismail Al-Kuroniy. Beliau mempelajari ilmu perang, strategi pertempuran, teknik mengepung kota dan beberapa wawasan kemiliteran lainnya. Muhammad al-Fatih juga gemar mempelajari sejarah Islam mulai dari zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga zaman beliau hidup saat itu, kisah sejarah yang dipenuhi kisah-kisah kepahlawanan dan kesatriaan para pahlawan Islam. Hal-hal yang kelak mendukung langkah beliau dalam pertempuran untuk menaklukkan benteng Konstantinopel.
Jika kamu menginginkan penerusmu menjadi Pejuang, maka ajarkan mereka cara berjuang yang baik sejak dini..
Jika kamu menginginkan penerusmu menjadi Pemimpin, makan bentuklah ia menjadi pemimpin yang pantas sejak dini..
"Tuhan sudah dengan jelas memberikan jalan perubahan, tinggal bagaimana kita percaya kepada Tuhan dan memaknai perubahan tersebut" --




